Thursday, October 15, 2020

SISTEM PENCATATAN SINGLE ENTRY DAN DOUBLE ENTRY

 

SISTEM PENCATATAN AKUNTANSI SINGLE ENTRY DAN DOUBLE ENTRY

Terdapat beberapa macam sistem pencatatan dalam akuntansi pemerintah daerah, antara lain single entry dan double entry.

SINGLE ENTRY

Sistem pencatatan single entry sering disebut juga dengan sistem tata buku tunggal atau tata buku.

Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatatnya satu kali atau secara tunggal.

Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan dicatat pada sisi penerimaan dan transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi pengeluaran.

BUKU PENGELUARAN
Tahun Anggaran               : 2016
Uraian                                   : Belanja pakaian dinas dan atributnya

No

urut

Tanggal

No

Buku

Kas

Uraian

Penerimaan

Rp

Pengeluaran

Rp

1

01/10/16

3

Diterima  SKP Daerah

Tanggal 20/9/16

No 10235/8

1.500.000

2

17/10/16

28

Dibayar kuitansi

1.250.000

Jumlah sampai bulan Oktober 2016

1.500.000

1.250.000

Sisa  31 Oktober 2016

   250.000

 

Contoh : Pemerintah daerah menerima Surat Ketetapan pajak (SKP) daerah sebesar Rp 1.500.000. Bendahara Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan mencatat pada sisi penerimaan sebesar jumlah tersebut.

Pada transaksi kedua, bendahara pengeluaran membayar kuitansi untuk suatu mata anggaran pengeluaran berupa belanja perlengkapan kantor sebesar Rp 1.250.000. Transaksi ini dicatat pada sisi pengeluaran.

Dari pencatatan tersebut didapat jumlah saldo bulan tersebut sebesar Rp 250.000, berasal dari penerimaan Rp 1.500.000 dikurangi pengeluaran Rp 1.250.000.

Sistem pencatatan single entry atau tata buku ini memiliki kelebihan yaitu sederhana dan mdah dipahami. Namun sistem ini memiliki kelemahan antara lain tidak bagus untuk pelaporan (kurang memudahkan penyusunan laporan), sulit untuk menemukan kesalahan pembukuan yang terjadi dan sulit dikontrol.

DOUBLE ENTRY

Sistem pencatatan double entry sering disebut juga dengan sistem tata buku berpasangan. Menurut sistem ini, pada dasarnya suatu transaksi ekonomi akan dicatat dua kali. Pencatatan dengan sistem ini disebut menjurnal. Dalam pencatatan tersebut, sisi debit berada di sebelah kiri sedangkan sisi kredit berada di sebelah kanan.

Setiap pencatatan harus menjaga keseimbangan persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi merupakan alat bantu untuk memahami sistem pencatatan ini. Pencatatan dasar akuntansi tersebut berbentuk sebagai berikut.

AKTIVA + BELANJA = UTANG + EKUITAS DANA + PENDAPATAN

Transaksi yang berakibat bertambahnya aktiva akan dicatat pada sisi Debet sedangkan yang berakibat berkurangnya aktiva akan dicatat pada sisi Kredit. Hal yang sama dilakukan untuk mencatat belanja.

Hal yang sebaliknya dilakukan untuk utang, ekuitas dana, dan pendapatan. Apabila suatu transaksi mengakibatkan bertambahnya utang, maka pencatatan akan dilakukan pada sisi kredit, sedangkan jika mengakibatkan berkurangnya utang maka pencatatan dilakukan pada sisi debet. Hal serupa dilakukan untuk ekuitas dana dan pendapatan.

Cara melakukan pencatatan sistem double entry atau menjurnal dalah dengan mencatat sisi debit di sisi kiri dan mencatat sisi kredit di sisi kanan. Berdasar contoh transaksi di atas jurnalnya akan tampak sebagai berikut.

Pemerintah Kabupaten Bogor

Tanggal

Kode

Rekening

Uraian

Ref

Debit

Rp

Kredit

Rp

1

2

3

4

5

6

01/10/16

Kas

1.500.000

      Ekuitas Dana

1.500.000

17/10/16

Belanja perlengkapan kantor

1.250.000

      Kas

1.250.000

 

No comments:

Post a Comment