Showing posts with label AK XII. Show all posts
Showing posts with label AK XII. Show all posts

Monday, August 30, 2021

SELISIH KAS KECIL

SELISIH KAS KECIL

Selisih kas ataupun kas kecil merupakan perbedaan yang terjadi antara jumlah kas menurut perhitungan fisik dengan catatan kas yang ada pada rekening bank maupun catatan buku besar kas pada perusahaan.

Terjadinya selisih kas dapat terjadi karena hal-hal sebagai berikut :

1.   Uang palsu

2.   Uang receh

3.   Kesalahan saat transaksi

4.   Kesalahan pencatatan

 

Apabila kas kecil menurut perhitungan fisik lebih besar bila dibandingkan dengan catatan buku besar kas kecil maka hal itu disebut sebagai selisih kas lebih (cash overage) tetapi apabila kas kecil menurut perhitungan fisik lebih kecil dibandingkan menurut catatan buku besar kas kecil maka disebut selisih kas kurang (cash shortage). Jurnal untuk mencatat selisih kas adalah sebagai berikut :

a. Selisih kas lebih (cash overage)

              Kas Kecil                                            Rp xxx              -

Selisih kas Kecil                          -             Rp xxx

b. Selisih kas kurang
             Selisih kas Kecil                                 Rp xxx              -
                         Kas Kecil                                   -             Rp xxx

 


Selisih kas kecil lebih dianggap sebagai pendapatan dan selisih kas kecil kurang dianggap sebagai beban atau kerugian. Dalam laporan Laba/Rugi selisih kas lebih akan diinformasikan sebagai pendapatan di luar usaha dan selisih kas kurang akan diinformasikan sebagai beban di luar usaha.


Selisih kas yang terjadi saat terjadinya transaksi namun belum dicatat dalam jurnal maka tidak perlu dibuat jurnal koreksi, tetapi kalau sudah dicatat dalam jurnal atau karena kesalahan pencatatan maka harus dilakukan jurnal koreksi.

Contoh soal 1 :
Misalnya adalah pada tanggal 1 Mei 2020 perusahaan melakukan pembayaran beban sewa gudang sebesar Rp 350.000,00 secara tunai, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terjadi kekeliruan untuk pembayaran sewa gudang yang seharusnya Rp 350.000,00 tetapi tercatat Rp 530.000,00 maka jurnal koreksinya adalah sebagai berikut :

Jurnal yang salah/dicatat dalam buku besar kas perusahaan

Beban sewa gudang         Rp 530.000,00                     -
          Kas kecil                           -            Rp 530.000,00

Jurnal yang seharusnya/benar

Beban sewa gudang         Rp 350.000,00                    -
           Kas kecil                           -            Rp 350.000,00

Jurnal koreksi

Kas Kecil                         Rp 180.000,00                    -
           Beban sewa gudang           -            Rp 180.000,00

Keterangan : karena terjadi pencatatan kas yang terlalu besar dari yang seharusnya maka kas harus ditambah sebesar selisihnya yaitu Rp 530.000,00 – Rp 350.000,00 = Rp 180.000,00

Contoh soal 2 :
Misalnya adalah pada tanggal 1  April 2020 perusahaan melakukan pembayaran beban sewa toko sebesar Rp 350.000,00 secara tunai, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terjadi kekeliruan untuk pembayaran sewa toko yang seharusnya Rp 350.000,00 tetapi tercatat Rp 530.000,00 dan yang seharusnya untuk pembayaran beban sewa toko tetapi tercatat pada akun pembayaran sewa kantor, maka jurnal koreksinya adalah sebagai berikut :

Jurnal yang salah/dicatat dalam buku besar kas perusahaan
      Beban sewa kantor          Rp 530.000,00                       -
          Kas kecil                             -             Rp 530.000,00

Jurnal yang seharusnya/benar
     Beban sewa toko              Rp 350.000,00                      -
          Kas Kecil                            -              Rp 350.000,00

Jurnal koreksi
       Kas Kecil                        Rp 180.000,00                       -
       Beban sewa toko            Rp 350.000,00                       -

            Beban sewa kantor       -              Rp 530.000,00 


LATIHAN SOAL

SOAL 1

Pada tanggal 4 Maret 2020 perusahaan melakukan pembayaran beban asuransi sebesar Rp 450.000,00 secara tunai, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terjadi kekeliruan untuk pembayaran beban asuransi yang seharusnya Rp 450.000,00 tetapi tercatat Rp 540.000,00.

SOAL 2

Pada tanggal 12 Maret 2020 perusahaan melakukan pembayaran beban perbaikan kendaraan sebesar Rp 180.000,00 secara tunai, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terjadi kekeliruan untuk pembayaran beban perbaikan kendaraan yang seharusnya Rp 180.000,00 tetapi tercatat Rp 130.000,00

SOAL 3

Pada tanggal 7 April 2020 perusahaan melakukan pembayaran beban listrik sebesar Rp 500.000,00 secara tunai, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terjadi kekeliruan untuk pembayaran beban listrik yang seharusnya Rp 500.000,00 tetapi tercatat Rp 150.000,00

SOAL 4

Pada tanggal 19 April 2020 perusahaan melakukan pembayaran beban gaji sebesar Rp 6.500.000,00 secara tunai, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terjadi kekeliruan untuk pembayaran beban gaji yang seharusnya Rp 6.500.000,00 tetapi tercatat Rp 8.500.000,00

Buatlah jurnal koreksi yang diperlukan!


Tuesday, August 17, 2021

REKONSILIASI BANK

Definisi Rekonsiliasi Bank 

    Rekonsiliasi bank ialah sebuah bentuk pengendalian terhadap kas di Bank dengan catatan kas perusahaan secara periodik yang menjadi sebuah pembanding, pihak dari bank mengirimkan laporan kas yang berisikan seluruh transaksi penyetoran selama peride tertentu. Dilakukannya rekonsiliasi untuk menunjukan adanya perbedaan antara catatan kas menurut Bank dan perusahaan. Ketika perbedaan tersebut dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat bank, maka catatan perusahaan dianggap benar. Apabila perbedaan hasil dari kesalahan sebaiknya dilakukan penyesuaian. 

    Beberapa dokumen yang dibutuhkan dalam membuat rekonsiliasi Bank : 
• Jurnal penerimaan kas : untuk mencatat transaksi keungan dan dapat menambah saldo. 
• Jurnal pengeluaran kas : untuk mencatat semua pengeluaran kas dari semua jenis transaksi. 
• Rekening koran : ringkasan transaksi yang sudah terjadi pada periode tertentu 
• Bukti setoran ke Bank : bukti transaksi nasabah saat melakukan setoran ke bank. 
• Bukti penerimaan dan pengeluaran kas : bukti yang dibuat oleh perusahaan. 

    Seperti dalam pembahasan sebelumnya mengenai cara membuat rekonsiliasi bank, bahwa kas merupakan elemen penting dalam suatu perusahaan, karena sangat berperan penting dalam menunjang keberlangsungan perusahaan. Sehingga dibutuhkan pencatatan yang baik dalam mencatat kas agar diperoleh laporan kas yang menunjukkan saldo kas yang sesungguhnya. Perusahaan akan menyimpan sebagian kas perusahaan di bank dan diperlukan rekonsiliasi pencatatan saldo kas antara pihak bank dan perusahaan. 

    Penyusunan laporan rekonsiliasi bank bertujuan untuk mengetahui jumlah selisih saldo kas dari laporan bank yang saldo kasnya berbeda pada pembukuan perusahaan. Untuk mengetahui sebab-sebab apa saja sehingga dapat terjadinya selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan dan cara agar kita dapat mengetahui saldo kas yang sama. Dalam hal ini saldo kas yang benar akibat dari perbedaan saldo kas yang terjadi karena perbedaan catatan antara catatan bank dan perusahaan. 

  
Fungsi Rekonsiliasi Bank 

Fungsi dari rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut : 
• Dilakukan rekonriliasi untuk mengungkapkan dan ketidakwajaran pada catatan perusahaan dibank. 
• Prosedur rekonsiliasi dilakukan untuk mencari sebab-sebab ketidaksamaan antara saldo di bank dan       perusahaan. 
• Rekonsiliasi berguna untuk mengecek ketelitian pencatatan di rekening kas dan catatan bank. 
• Rekonsiliasi berguna untuk mengetahui penerimaan dan pengeluaran yang terjadi di bank tapi belum      dicatat perusahaan. 


Tujuan Rekonsiliasi Bank 

Tujuan Rekonsiliasi Bank (penerimaan kas & bank) : 
• Dengan memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan bank serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank. 
• Memeriksa dan mengawasi apakah saldo kas dan bank yang berada di dalam neraca pertanggal benar- benar ada dan perusahaan memilikinya. 
• Memeriksa apakah terdapat sebuah pembatasan untuk pengguna saldo kas dan bank. 
• Memeriksa apabila muncul saldo kas dan bank dalam valuta asing, sudah di konversikan atau belum    ke dalam rupiah terhadap kurs tengah BI pada tanggal neraca adakah selisih kurs sudah dibebankan atau dikreditkan kerugian tahun belajar. 
• Memeriksa apakah penyajian di neraca sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang belum berlaku umum.  


SOAL 1 
PT Aruna menyimpan dananya di bank AA. Pada awal bulan Februari 2017, saat menerima rekening koran dari bank AA, akuntan PT Aruna melihat perbedaan antara saldo kas di bank menurut catatannya dengan saldo kas menurut rekening koran. Menurut catatannya, saldo kas pada akhir Januari 2017 adalah sebesar Rp 45.500.00, sedangkan menurut rekening koran bank AA adalah sebesar Rp 54.400.000. 
Setelah di periksa kembali, akuntan perusahaan tersebut menemukan beberapa informasi tambahan yang terkait dengan perbedaan saldo tersebut, yaitu: 
a. Setoran kas ke bank tanggal 31 Januari 2017 sebesar Rp 15.200.000 belum dicatat oleh bank. 
b. Tagihan PT Aruna kepada PT BB sebesar Rp 9.600.000 yang dilakukan bank AA telah berhasil dan PT Aruna belum mengetahui. 
c. Pendapatan bunga bank sebesar Rp 1.200.000 belum dicatat PT Aruna. 
d. Beban administrasi bank sebesar Rp 300.000 belum dicatat PT Aruna. 
e. Cek yang diterima PT Aruna pada tanggal 25 Januari yang lalu dari PT Maju sebesar Rp 4.000.000 ternyata tidak ada dananya. 
f. Cek yang telah dikeluarkan PT Aruna pada akhir bulan Januari yang lalu sebesar Rp 13.600.000 ternyata oleh pemegangnya belum dicairkan. 
g. Cek sebesar Rp 7.500.000 yang diterima PT Aruna dari PT Mundur sebagai pembayaran piutang pada bulan Januari yang lalu, dicatat oleh akuntan PT Aruna sebesar Rp 2.500.000. 
h. Cek sebesar Rp 3.500.000 yang dikeluarkan oleh PT Aruna pada pertengahan bulan Januari yang lalu untuk membayar beban perbaikan kendaraan, oleh akuntan perusahaan dicatat sebesar Rp 2.500.000. 
Diminta: buatlah rekonsiliasi bank PT Aruna dan jurnal penyesuaian yang dibutuhkan. 

SOAL 2 
Pada tanggal 1 Juli 2016 perkiraan bank di buku besar PT Brana memperlihatkan saldo senilai Rp. 1.220.000. Di bulan Juli 2016 buku penerimaan kas memeperlihatkan jumlah senilai Rp. 4.730.000. Tapi pada buku pengeluaran kas memperlihatkan jumlah senilai Rp 4.272.725. 
Data yang berrkaitan rekonsiliasi bank antara lain seperti berikut: 
a. Cek-Cek yang beredar sejumlah Rp 1.800.000, yaitu cek yang sudah dikeluarkan perusahaan dan sudah diterima sebagai pembayaran oleh supplier, namun belum mereka cairkan.
b. Sudah di kredit oleh Bank, jasa giro pada bulan Juli 2016 senilai Rp 7.425 
c. Cek nomor 10203 senilai Rp 157.000 dicatat dalam laporan buku pengeluaran senilai Rp 175.000 
d. Sedangkan untuk cek nomor 10217 senilai Rp 240.000 dibukukan senilai Rp 24.000. semuanya untuk pembelian barang dagangan. 
e. Dan setoran kas senilai Rp 925.000 pada tanggal 31 Juli 2016 belum dicatat dalam rekening koran bank, sebab kas telah ditutup. 
f. Bank sudah membebankan biaya administrasi di bulan Juli 2016 senilai Rp 1.000 dan ongkos buku cek senilai Rp 650. Jumlah itu belum dibukukan oleh PT Brana.  
g. Bank sudah mengkredit rekening PT Brana atas kiriman uang dengan jumlah Rp 199.950 yang diperoleh dari pelanggan untuk melunasi utangnya. 
h. Setoran cek yang diperoleh dari PT Brana senilai Rp 120.000 pada tanggal 28 Juli 2016 sudah ditolak sebab saldo tidak mencukupi. 
Diminta: 
• Buatlah Bank rekonsiliasi per 31 Juli 2016 untuk menyesuaikan saldo menurut rekening koran dengan saldo berdasarkan perkiraan bank 
• Buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan 

 SOAL 3 
Saldo rekening Bank Bumi di buku besar PT Candaka pada tanggal 31 Juli 2016 memperlihatkan total sebesar Rp 185.500. Saldo berdasarkan rekening koran bank pada tanggal itu sebesar Rp 207.000. Sesudah dilakukan pemeriksaan, penyebab perbedaan itu karena hal berikut ini : 
a. Biaya adm bank pada bulan Juli 2016 sebanyak Rp 2.800 yang terdapat di rekening koran bank belum dicatat oleh perusahaan alasannya nota debitnya belum sampai, 
b. Lima lembar cek sebanyak Rp 40.750 yang sudah dibayarkan kepada pemasok (supplier) untuk melunasi utang sebenarnya belum diuangkan 
c. Cek yang ditarik oleh PT Andi sebanyak Rp 15.000 sudah salah dibukukan oleh pihak bank ke dalam rekening PT Candaka. Untuk pelunasan utang, kiriman uang dari langganan lewat transfer bank sebanyak Rp 3.950 belum tercatat dalam pembukuan perusahaan. 
d. Cek Nomor SR 5220 sebanyak Rp 70.550 dicatat dalam pembukuan PT Candaka dengan total Rp 65.150 
Diminta : 
a. Buatlah rekonsiliasi bank untuk PT Candaka pada anggal 31 Juli 2016 
b. Buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan

SOAL 4
PT Oscha telah menerima rekening koran dari bank per 31 Maret 2018 dengan saldo Rp 77.900.000,- sedangkan menurut catatan perusahaan kas bersaldo Rp 73.400.000.
Penyebabnya adalah sebagai berikut :
a. Setoran ke bank (deposit in transit) sebesar Rp 8.600.000 pada tanggal 31 Maret 2018 belum dicatat ke rekening koran.
b. Cek yang beredar, antara lain:
       No. 480   Rp 15.000.000
       No. 501   Rp   8.000.000
       No. 512   Rp   2.000.000
c. Bank telah mengkredit jasa giro bulan Maret sebesar Rp 500.000,-.
d. PT Oscha telah mencatat penerimaan pembayaran piutang dari PT Jingga berupa cek senilai Rp 9.300.000,- namun ditolak bank karena saldo tidak mencukupi.
e. Perusahaan membayar utang kepada CV Lingga sebesar Rp 4.500.000,- namun dicatat Rp 5.400.000,-
f. Bank telah mendebet rekening PT Oscha sebesar Rp 4.000.000,- untuk pembayaran utang, ternyata seharusnya rekening PT Jaya.
Diminta : Buatlah Rekonsiliasi Bank dan jurnalnya.

Sunday, August 1, 2021

LATIHAN SOAL MENGHITUNG PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

 SOAL 1

PT Adwaya memiliki aktiva tetap berupa mesin yang mempunyai harga perolehan Rp 13.000.000,-. Mesin tersebut diperoleh pada tanggal 1 April 2015, ditaksir mempunyai umur ekonomis 4 tahun dengan nilai residu Rp 1.000.000,-. Mesin diperkirakan dapat beroperasi selama 32.000 jam, dan dapat menghasilkan 60.000 unit produk.

Diminta :

a.      a. Jumlah beban penyusutan tahun 2015 dengan metode garis lurus.

b.     b.  Jumlah beban penyusutan tahun 2016 dengan metode saldo menurun.

c.     c.  Jumlah beban penyusutan tahun 2017 dengan metode jumlah angka tahun.

d.   d. Jumlah beban penyusutan dengan metode satuan jam kerja, bila tahun 2016 mesin bekerja selama 8.200 jam.

e.     e.  Jumlah beban penyusutan dengan metode satuan produk bila tahun 2017 dihasilkan 15.100 unit.

Jurnal yang dibuat PT Adwaya jika pada tanggal 30 November 2018 mesin lama  ditukar dengan mesin baru seharga Rp 15.000.000,-. Perusahaan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp 14.000.000,-. Mesin lama disusutkan dengan metode garis lurus.

SOAL 2

PT Binaraya memiliki aktiva tetap berupa mesin yang mempunyai harga perolehan Rp 75.000.000,-. Mesin tersebut diperoleh pada tanggal 1 November 2012, ditaksir mempunyai umur ekonomis 10 tahun dengan nilai residu Rp 3.000.000

Diminta:

Jurnal yang dibuat PT Binaraya jika pada tanggal 31 Mei 2020 mesin lama  ditukar dengan mesin baru seharga Rp 95.000.000,-. Perusahaan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp 74.000.000,-. Mesin lama disusutkan dengan metode garis lurus.



SOAL 3

PT Cinderamata memiliki aktiva tetap berupa mesin yang mempunyai harga perolehan Rp 95.000.000,-. Mesin tersebut diperoleh pada tanggal 1 Juli 2014, ditaksir mempunyai umur ekonomis 5 tahun dengan nilai residu Rp 5.000.000,-. Mesin diperkirakan dapat beroperasi selama 50.000 jam, dan dapat menghasilkan 90.000 unit produk.

Diminta :

a.     a.  Jumlah beban penyusutan tahun 2014 dengan metode garis lurus.

b.      b. Jumlah beban penyusutan tahun 2015 dengan metode saldo menurun.

c.     c.  Jumlah beban penyusutan tahun 2015 dengan metode jumlah angka tahun.

d.   d. Jumlah beban penyusutan dengan metode satuan jam kerja, bila tahun 2016 mesin bekerja selama 11.000 jam.

e.   e.   Jumlah beban penyusutan dengan metode satuan produk bila tahun 2015 dihasilkan 20.000 unit.

f.    f.   Jurnal yang dibuat PT Cinderamata jika pada tanggal 31 April 2019 mesin lama  ditukar dengan mesin baru seharga Rp 105.000.000,-. Perusahaan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp 92.000.000,-. Mesin lama disusutkan dengan metode garis lurus.




AKTIVA TETAP DAN MENGHITUNG PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

 AKTIVA TETAP


Pengertian Aktiva Tetap

Menurut PSAK (2004) pengertian aktiva tetap adalah aktiva yang berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.


Jenis-jenis Aktiva Tetap

Menurut S. Munawir (2007) jenis-jenis aktiva tetap adalah sebagai berikut:

  • Tanah yang diatasnya didirikan bangunan atau digunakan operasi, misalnya sebagai lapangan, halaman, tempat parker dan lain sebagainya.

  • Bangunan, merupakan fasilitas yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, baik bangunan kantor, toko maupun bangunan untuk pabrik.

  • Mesin.

  • Inventaris, atau barang-barang yang menunjang produksi.

  • Kendaran merupakan fasilitas yang digunakan untuk transportasi perusahaan.

  • Perlengkapan atau alat-alat lainnya, mencakup aset yang digunakan dalam kegiatan operasional seperti furniture kantor, mesin pabrik, dan lain sebagainya.



PENYUSUTAN AKTIVA TETAP


Nilai aktiva tetap akan menjadi berkurang karena adanya pemakaian aktiva tetap tersebut sehingga dalam akuntansi dikenal dengan penyusutan aktiva tetap. Penyusutan atau depresiasi adalah pengalokasian harga perolehan dari suatu aktiva tetap karena adanya penurunan nilai aktiva tetap tersebut.


Faktor-Faktor yang Memengaruhi Biaya Penyusutan

  • Harga Perolehan (Acquisition Cost)

     Jumlah uang yang dikeluarkan dalam memperoleh aktiva tetap hingga siap digunakan.

  • Nilai Buku (Book Value)

Harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

  • Nilai Residu (Salvage Value)

     Taksiran nilai apabila aktiva tersebut dijual. Ada juga aktiva yang tidak memiliki nilai residu.

  • Umur Ekonomis Aktiva (Economical Life Time)

Periode penggunaan aktiva secara ekonomis.


Metode Penyusutan Aktiva

Pola penggunaan aktiva berpengaruh terhadap tingkat keausan aktiva untuk mengakomodasi situasi ini biasanya dipergunakan metode penyusutan yang paling sesuai. Berikut adalah beberapa metode penyusutan aktiva tetap.

1. Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method)

2. Metode Penyusutan Saldo Menurun (Double Declining Balance Method)

3. Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun (Sum of The Year Digit Method)

4. Metode Penyusutan Satuan Jam Kerja (Service Hours Method)

5. Metode Penyusutan Satuan Hasil Produksi (Productive Output Method)

     

Metode penyusutan yang sering digunakan adalah metode garis lurus dan saldo menurun.

 

METODE GARIS LURUS (STRAIGHT LINE METHOD)

Ciri-ciri :

  • beban penyusutan per tahunnya sama, sehingga mudah digunakan dan diaplikasikan

  • dipergunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsionalnya tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume produk atau jasa yang dihasilkan seperti bangunan dan peralatan kantor

Rumus :

 

Depresiasi = Harga Perolehan – Nilai Residu

      Umur ekonomis

Contoh :

Perusahaan membeli komputer pada tanggal 5 Januari 2017 dengan harga Rp 20.000.000,- dan ditaksir memiliki umur ekonomis hingga 10 tahun. Mesin tersebut diperkirakan bisa dijual pada akhir umur ekonomis dengan harga Rp 2.000.000,-. Hitunglah beban penyusutan 

Penyelesaian:

D = (Rp 20.000.000 –  Rp 2.000.000)/10 = Rp 1.800.000

 


METODE SALDO MENURUN (DECLINING BALANCE METHOD)

METODE SALDO MENURUN GANDA (DOUBLE DECLINING BALANCE METHOD)

Ciri-ciri :

  • Metode ini sesuai jika dipergunakan untuk jenis aset tetap yang tingkat kehausannya tergantung dari volume produk yang dihasilkan, contohnya mesin produksi.

  • Beban penyusutan besar di awal, dengan asumsi  mesin bekerja optimal , semakin lama menurun.

  • Kekurangannya perhitungan lebih rumit dan sulit diaplikasikan

  • Pada perhitungan penyusutan, tidak menyertakan nilai residu

Rumus :


Depresiasi = [(100% : umur ekonomis) x 2] x Nilai Buku


Atau


Depresiasi  =  Nilai Buku / umur ekonomis x 2


Contoh :

Perusahaan membeli komputer pada tanggal 5 Januari 2017 dengan harga Rp 20.000.000,- dan ditaksir memiliki umur ekonomis hingga 10 tahun. Mesin tersebut diperkirakan bisa dijual pada akhir umur ekonomis dengan harga Rp 2.000.000,-. Hitunglah beban penyusutan 

Penyelesaian:


Depresiasi   =  [(100% : umur ekonomis) x 2] x Nilai buku

Depresiasi tahun 2017  =  [(100% : 10) x 2] x 20.000.000

=  20% x 20.000.000

=  4.000.000


Depresiasi tahun 2018 =  20% x (20.000.000 – 4.000.000)

=  3.200.000

 


METODE JUMLAH ANGKA TAHUN (SUM OF THE YEARS DIGIT METHOD)


Ciri-ciri :

  • Metode jumlah angka tahun merupakan penyusutan dipercepat berdasar pada pertimbangan biaya maintenance (perawatan) serta perbaikan aktiva tetap semakin lama cenderung bertambah seiring pertambahan usia aktiva tetap itu sendiri, contohnya mesin.

  • Dalam pelaporan pajak, metode ini tidak bisa digunakan, sehingga jarang digunakan.


Rumus :

Pembilang  =  angka tahun, dari tahun terbesar ke terkecil

Penyebut  =  jumlah angka tahun


Depresiasi  =        angka tahun              x   (Harga Perolehan – Nilai Residu)

Jumlah angka tahun



Contoh :

Perusahaan membeli komputer pada tanggal 5 Januari 2017 dengan harga Rp 10.000.000,- dan ditaksir memiliki umur ekonomis hingga 5 tahun. Mesin tersebut diperkirakan bisa dijual pada akhir umur ekonomis dengan harga Rp 1.000.000,-. Hitunglah beban penyusutan 

Penyelesaian:


Pembilang =  penyusutan tahun 2017 = 5

Penyebut  =  5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15


Depresiasi tahun 2017 = 5/15 x (10.000.000 – 1.000.000)

=   3.000.000


Depresiasi tahun 2018  =  4/15 x (10.000.000 – 1.000.000)

=  2.400.000




METODE SATUAN JAM KERJA  (SERVICE HOURS METHOD)


Ciri-ciri :

  • Penyusutan disebabkan masa pakai, yaitu berapa jam lamanya aset digunakan, contohnya mesin produksi

  • Penyusutan ini pada prakteknya seeringkali diabaikan atau jarang sekali digunakan karena alasan perpajakan 


Rumus :


Tarif penyusutan / jam       Harga Perolehan – Nilai Residu

Jumlah jam kerja selama umur ekonomis


Depresiasi =  Tarif x jumlah jam kerja tahun berjalan


Contoh :

Pada bulan Januari, PT Foraz membeli sebuah mesin dengan harga perolehan saat pembelian sebesar Rp 10.000.000,00

Oleh ahli diperkirakan dapat berproduksi selama 10.000 jam dengan prediksi rentangan waktu penggunaan sebagai berikut :

Tahun ke 1

=

3.000 jam

Tahun ke 2

=

2.000 jam

Tahun ke 3

=

2.000 jam

Tahun ke 4

=

1.500 jam

Tahun ke 5

=

1.500 jam


Setelah berproduksi selama 10.000 jam, mesin tersebut diperkirakan masih bisa dijual dengan harga Rp. 500.000,00

# Pertama kita hitung dulu tarif penyusutan mesin perjam

Rp 10.000.000 -  Rp 500.000

10.000

Tarif Penyusutan = 950

 

Ok, jika tarif penyusutan aset tetapnya sudah diketahui, kita selanjutnya bisa membuat tabel penyusutannya sebagai berikut:

 

penyusutan metode satuan jam kerja

tabel penyusutan metode satuan jam kerja





METODE SATUAN HASIL PRODUKSI (PRODUCTIVE OUTPUT METHOD)


Ciri-ciri :

  • Metode satuan hasil produksi mengalokasikan biaya penyusutan berdasar atas proporsi pemakaian aset tetap yang sebenarnya.

  • menggunakan hasil produksi sebagai dasar acuan

  • diperlakukan sebagai beban variable sesuai dengan unit output yang dihasilkan

  • depresiasi berdasarkan faktor penggunaan

  • Idealnya, metode satuan hasil produksi diterapkan pada jenis aset tetap mesin produksi

  • Umur ekonomis aset tetap dinyatakan dalam satuan unit produksi, bukan berdasarkan tahun.


Rumus :


Tarif Penyusutan/Unit : (Harga Perolehan - Nilai Sisa) / Taksiran Jumlah Produksi

 

Penyusutan : Produksi 1 tahun X Tarif Penyusutan/Unit

 

Contoh 

PT Foraz pada bulan januari 2014 membeli Sebuah mesin pabrik dengan harga perolehannya senilai Rp 125.000.000,00,- dan diprediksi memiliki masa manfaat hingga 5 tahun kedepan dengan nilai sisa/residu sebesar Rp 5.000.000,00,-

Diperkirakan mesin tersebut bisa berproduksi dan menghasilkan jumlah unit sebagai berikut:

  • Tahun Ke-1 = 15.000 unit

  • Tahun Ke-2 = 13.500 unit

  • Tahun Ke-3 = 12.000 unit

  • Tahun Ke-4 = 11.500 unit

  • Tahun Ke-5 =   8.000 unit

Pertama hitung taksiran jumlah produksi :

Tahun ke 1

=

15.000 unit


Tahun ke 2

=

13.500 unit


Tahun ke 3

=

12.000 unit


Tahun ke 4

=

11.000 unit


Tahun ke 5

=

8.000 unit

(+)

Total

=

60.000 unit




Tarif penyusutan per unit

=

125.000.000 - 5.000.000



               60.000


=

2.000


Tarif penyusutan sudah kita ketahui, kita bisa susun tabel penyusutan pertahunnya:

Tabel Penyusutan Unit Produksi