Wednesday, March 9, 2022

PASAR FAKTOR PRODUKSI DAN PASAR BARANG

PASAR FAKTOR PRODUKSI 


Pasar faktor produksi adalah pasar yang memperjualbelikan faktor-faktor produksi, yaitu modal, tanah, tenaga kerja dan keahlian, yang diperlukan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.

Pasar faktor produksi disebut juga pasar input, dimana perusahaan bertindak sebagai pembeli faktor produksi, sedangkan rumah tangga sebagai penjual input.


  1. Tenaga Kerja (Labor)

Bursa kerja merupakan contoh pasar tenaga kerja, karena penjual dan pembeli tenaga kerja saling bertemu. Masyarakat yang memiliki faktor produksi tenaga kerja akan menerima upah (Wage). Oleh karena itu permintaan dan penawaran tenaga kerja ditentukan oleh tingkat upah. Semakin tinggi upah, permintaan akan tenaga kerja semakin rendah, sedangkan penawaran akan tenaga kerja akan semakin tinggi. 

  1. Tanah (Land)

Tanah digunakan perusahaan untuk mendirikan gedung atau pabrik. Untuk itu perusahaan harus membayar sewa kepada pemilik tanah setiap bulan atau tahun. Dengan demikian permintaan akan tanah sangat ditentukan oleh sewa. 

Jumlah tanah cenderung tetap sehingga penawaran juga tetap, meskipun tingkat sewa berubah-ubah. Sementara itu permintaan atas tanah semakin bertambah jika tingkat sewa semakin rendah. (Bentuk kurva penawaran atas tanah inelastic sempurna)

  1. Modal (Capital)

Modal atau capital dapat berupa uang  dan barang contohnya mesin, gedung atau kendaraan. 

Permintaan modal datang dari perusahaan dalam bentuk investasi, sehingga dikenal sebagai investasi.

Penawaran modal datang dari penabung dan investor, sehingga dikenal sebagai tabungan.

Permintaan dan penawaran modal ditentukan oleh tingkat bunga (interest). Investasi atau permintaan modal akan meningkat jika tingkat bunga rendah. Tabungan atau penawaran modal akan semakin bertambah jika tingkat bunga semakin tinggi. 

  1. Keahlian (Entrepreneurship)

Orang-orang yang diperlukan keahliannya oleh perusahaan dinamakan pemilik faktor produksi keahlian.

Perusahaan yang menggunakan faktor produksi keahlian ini harus memberikan laba (profit) kepada konsumen sebagai harga dari keahliannya, karena pemilik faktor produksi keahlian harus menghadapi risiko usaha yang tinggi. Sehingga laba yang diterima semakin besar jika risiko yang dihadapinya juga tinggi.



BENTUK PASAR BARANG


Manusia merasakan banyak kebutuhan hidup yang tidak dapat dipenuhinya sendiri. Dia berpikir bahwa dia membutuhkan sesamanya untuk membantunya memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Tetapi dia sadar bahwa orang-orang lain juga memiliki kehendak seperti dia, dan mereka pun berusaha mewujudkan kehendak-kehendak itu sebagaimana dia juga berusaha mewujudkan kehendaknya. Di sinilah, ketika mengetahui kenyataan ini, manusia mengadakan kerja sama dengan sesamanya, sehingga rela memberikan sebagian keuntungannya untuk memenuhi kebutuhan dari sesamanya. Sebagai hasilnya, dia memperoleh bagian dari keuntungan-keuntungan mereka. Pada hakikatnya, dia masuk ke dalam suatu pasar yang terbuka setiap waktu dan di dalamnya kebutuhan-kebutuhan hidup dijual.





No comments:

Post a Comment