Wednesday, March 9, 2022

SUPPLY & DEMAND

 PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PERMINTAAN

Manusia merasakan banyak kebutuhan hidup yang tidak dapat dipenuhinya sendiri. Dia berpikir bahwa dia membutuhkan sesamanya untuk membantunya memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar dengan tingkat harga tertentu dan dalam periode tertentu disebut permintaan.

Jika permintaan terhadap suatu barang didukung daya beli yang kuat, ini disebut permintaan efektif (effective demand). Hubungan antara harga dan permintaan disebut hukum permintaan. Konsep hukum permintaan Alfred Marshall menunjukkan hubungan terbalik antara harga dan permintaan. 


HUKUM PERMINTAAN menyatakan :

 "Apabila harga suatu barang naik, permintaan akan turun. Jika harga suatu barang turun, permintaan akan naik, ceteris paribus."

Atau bila dinyatakan dengan simbol :

        Bila P Q⬇ , dan bila P⬇ Q 

Ceteris Paribus adalah asumsi bahwa harga faktor-faktor lainnya selain harga barang tersebut dianggap tetap.

Faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga,  yaitu:

  1.  Harga Barang Lain

  1. Barang Substitusi adalah barang pengganti. Misalnya kopi dan teh, jika harga kopi naik, permintaan kopi akan turun, dan penggantinya adalah teh, maka permintaan teh akan naik. 

  2. Barang Komplementer atau barang pelengkap, adalah barang yang selalu digunakan bersama-sama dengan barang lainnya.  Oleh karena itu, kenaikan atau penurunan permintaan atas barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang dilengkapinya. Jika permintaan atas kopi dan teh bertambah, misalnya, permintaan gula cenderung bertambah. Sebaliknya apabila permintaan kopi dan teh turun, permintaan gula juga cenderung menurun.

  1. Pendapatan masyarakat

Semakin tinggi pendapatan, semakin besar kecenderungan melakukan konsumsi. Dengan demikian perubahan pendapatan akan menimbulkan perubahan atas permintaan berbagai jenis barang.

  1.  Barang normal adalah barang yang permintaannya berubah-ubah sesuai dengan perubahan pendapatan. Jika pendapatan naik, permintaan akan barang normal juga naik, demikian sebaliknya. Contoh barang normal antara lain adalah pakaian.

  2. Barang inferior adalah barang dengan mutu yang rendah. Biasanya barang inferior akan dikonsumsi saat pendapatan seseorang rendah. Jika seseorang tidak mampu membeli beras, maka ia akan mengonsumsi singkong, namun jika ia telah mampu membeli beras, maka permintaan akan singkong menurun.

  1. Selera Masyarakat

Selera sangat berpengaruh terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang. Tahun 1990-an mayoritas masyarakat menggunakan telepon rumah atau telepon kabel, kebutuhan masyarakat tahun 2000-an lebih cenderung menggunakan telepon genggam.

  1. Jumlah Penduduk

Semakin banyak jumlah penduduk, semakin tinggi permintaan atas barang dan jasa.

  1. Perkiraan Harga di Masa Datang

Jika diperkirakan harga beras akan naik, orang cenderung akan membeli lebih banyak saat sekarang, tujuannya adalah untuk menghemat pengeluaran yang akan datang. Namun jika diperkirakan harga ponsel yang diinginkan akan turun harganya, maka ponsel tersebut akan dibeli jika harganya sudah turun.


FUNGSI PERMINTAAN

Secara matematis, persamaan untuk fungsi permintaan berdasarkan hukum permintaan ditulis :

         Qd = a - bP        atau      Pd = a/b - 1/bQ

 Keterangan :

Qd = jumlah barang 

Pd = harga barang 

a   = penggal garis (nilai Q  pada kedudukan P = 0) yang disebut konstanta

b   = lereng garis (slope) yang berarti b = 


Fungsi permintaan tunduk pada hukum permintaan. Fungsi permintaan di atas menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta. 

Contoh :

Suatu fungsi permintaan dinyatakan oleh persamaan Q = 25 – 5P

  1. Gambarkan kurvanya.

  2. Berapa jumlah barang yang diminta bila harga barang Rp 2,00?

  3. Jika jumlah barang yang diminta 10 unit, berapa tingkat harga yang berlaku?

  4. Kalau barang tersebut adalah barang bebas (gratis atau tidak mempunyai harga), berapa jumlah barang yang diminta?

  5. Pada tingkat harga berapa pembeli tidak mau membeli barang tersebut?

Jawab :

  1.  Q = 25 – 5P

Titik potong sumbu Q dan P

P

Q

0

25

5

0


  1. Jika harga permintaan (P) sebesar Rp 2,00, jumlah permintaannya :

Q = 25 – 5 (2)

Q = 15

  1. Jika jumlah barang yang diminta (Q) = 10 unit, harga permintaannya :

10 = 25 – 5P

5P = 25 – 10

P = 3

  1. Suatu barang disebut barang bebas apabila baarang tersebut tidak mempunyai harga atau P = 0 maka jumlah yang diminta sebanyak :

Q = 25 – 5 (0)

Q = 25

  1.  Pembeli tidak mau membeli barang ditunjukkan oleh tingkat Q = 0 pada tingkat harga (P) :

Q = 25 – 5P

0 = 25 – 5P

P = 5


PERGESERAN PERMINTAAN

Kurva permintaan bergeser ke kanan atas (D’) jika :

  1. Jumlah konsumen bertambah

  2. Selera konsumen meningkat

  3. Harga barang pengganti naik

  4. Harga barang pelengkap turun

Kurva permintaan bergeser ke kiri bawah (D”) jika :

  1. Jumlah konsumen berkurang

  2. Selera konsumen turun

  3. Harga barang pengganti turun

  4. Harga barang pelengkap naik


    



PENAWARAN


HUKUM PENAWARAN


Hukum penawaran menjelaskan hubungan antara penawaran suatu barang dengan harganya.


"Apabila harga suatu barang naik, penawaran akan naik. Jika harga suatu barang turun, permintaan akan turunceteris paribus."

Atau bila dinyatakan dengan simbol :

        Bila P Q , dan bila P⬇ Q 


Hal tersebut disebabkan karena produsen ingin memperoleh laba yang lebih besar dengan menjual dengan harga yang lebih mahal.


Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran antara lain :

  • Produsen

  • Biaya produksi

  • Harga faktor-faktor produksi

  • Saingan produk lain

  • Teknologi


lebih mudah diingat : Produsen B H S Tek






KURVA PENAWARAN

Kurva penawaran menaik dari kiri bawah ke kanan atas, hal ini disebabkan oleh hubungan antara harga dan jumlah yang ditawarkan berbanding lurus.





   

FUNGSI PENAWARAN

Secara matematis, persamaan untuk fungsi penawaran berdasarkan hukum penawaran ditulis :

    
                       Qs   =  a + bP


Keterangan :

Qs = jumlah barang 

P  = harga barang 

a   = penggal garis (nilai Q  pada kedudukan P = 0) yang disebut konstanta

b   = lereng garis (slope) yang berarti b = 


PERGESERAN PENAWARAN

Kurva penawaran bergeser ke kanan bawah dalam kondisi :

  1. Harga barang pengganti naik

  2. Biaya produksi turun

  3. Tingkat teknologi berkembang pesat

  4. Jumlah produsen meningkat

  5. Harga barang komplementer turun

Kurva penawaran bergeser ke kiri atas dengan syarat :

  1. Jumlah produsen berkurang

  2. Biaya produksi naik

  3. Harga barang komplementer naik

  4. Harga barang pengganti turun




ELASTISITAS

Elastisitas adalah perbandingan antara perubahan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan terhadap perubahan harga barang.


Menentukan elastisitas 



E = x

Ket:

E    = Koefisien elastisitas

∆Q = selisih jumlah permintaan atau penawaran

∆P = selisih harga permintaan atau penawaran

P = harga mula-mula

Q1  = jumlah barang yang diminta atau ditawarkan mula-mula


Macam-macam Elastisitas

No

Jenis Elastis

Rumus

Logika

Contoh barang

1

Inelastis sempurna

E < 1

∆Q = 0, ∆P

Barang-barang kebutuhan dunia

2

Inelastis

E < 1

∆Q <  ∆P

Barang primer

3

Uniter/normal

E = 1

∆Q =  ∆P

Barang sekunder

4

Elastis

E > 1

∆Q > ∆P

Barang mewah

5

Elastis sempurna

E = ∽

∆Q,  ∆P = 0

Barang bebas




KESEIMBANGAN PASAR (EQUILIBRIUM PRICES)

Keseimbangan pasar adalah harga yang terjadi di saat jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan; yaitu saat terjadi titik potong antara grafik fungsi permintaan dengan fungsi penawaran.


Menentukan titik keseimbangan pasar


            Qd = Qs                              atau         Pd = Ps

Keterangan :

Qd = quantity of demand / jumlah permintaan

Qs = quantity of supply/ jumlah penawaran

Pd = price of demand / harga permintaan

Ps = price of supply / harga penawaran


Grafik titik keseimbangan pasar






No comments:

Post a Comment